Jumat, 16 April 2010

CAHAYA DI PERSIMPANGAN


LAKSANA rembulan di siang hari. Itu hanya mimpi untuk memacu setiap insan di dunia, dalam mengejar bayangan cita-citanya, yang telah digariskan pada khatulistiwa nirwana. Duri dan karang yang tertancam di bumi, dari setiap langkah hanya bagian kecil akan penemuan kita ketika menjelajah.

Sadar atau tidak, di hadapan kita ada duri yang lebih berbahaya dan akan menusuk setiap detik, ketika langkah yang kita pilih meleset. Untuk itulah, langkah yang akan kita lewati untuk kemana saja, harus dipertimbangkan secara matang. Banyak cara dalam memulai langkah kita. Apakah itu lewat firasat tubuh, ataukah lewat mimpi di kalah lelap. Sadar atau tidak, mimpi dan bahasa tubuh merupakan alamat bagi setiap makhluk yang berpikir. Alam gaib merupakan fenomena raste bagi seseorang yang akan mengetahui ke depan, jalan mana yang harus dilewatinya. Apakah jurang, ataukah salju atau bisa juga hutan rimbah, atau lautan bebas.

Kita harus memilih mana yang akan kita masuki, ketika lautan bebas, maka semua peralatan melaut harus disiapkan, mulai dari makanan, obat-obatan, perahu yang kokoh, hingga bantal renang, untuk menerjang badai. Melewati laut, jangan dibayangkan seperti sosok manusia raksasa, bahwa kapan saja kita bisa melangkah, sehingga bekalpun tidak kita siapkan. (khatulistiwa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar